WARTABANJAR.COM, TANJUNG  – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengalihkan sementara pembelajaran tatap muka (PTM) menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi seluruh siswa madrasah.

Kebijakan tersebut berlaku untuk siswa Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA).

PJJ diberlakukan mulai Senin (31/8/2026) hingga Rabu (2/9/2026), menyusul kondisi kualitas udara yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Baca juga: Kabut Asap Makin Pekat, Kemenag Tabalong Gelar Salat Istisqa

Baca juga: Hattrick Juara, Disdik Banjar Amankan Piala Bergilir Mini Soccer Bupati Banjar

Keputusan itu diambil setelah hasil pemantauan pada 30 Agustus 2026 menunjukkan nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai 220 atau sangat tidak sehat.

Kepala Kemenag Tabalong H Sahidul Bakhri mengatakan pengalihan pembelajaran dilakukan sebagai langkah kehati-hatian untuk melindungi kesehatan dan keselamatan peserta didik.

“Untuk sementara anak-anak kita belajar dari rumah melalui PJJ. Ini bukan berarti libur, proses pembelajaran tetap berjalan,” kata Sahidul, Selasa (1/9/2026).

Meski siswa belajar dari rumah, guru dan tenaga kependidikan tetap masuk ke madrasah untuk menjalankan tugas kedinasan.

Mereka juga bertugas memastikan proses pembelajaran siswa tetap berjalan dan mendapatkan layanan pendidikan.

Sahidul menegaskan kebijakan PJJ akan terus dievaluasi dengan mempertimbangkan perkembangan kualitas udara.

“Kalau kondisi semakin parah dan belum memungkinkan untuk pembelajaran tatap muka, PJJ akan kita perpanjang,” ujarnya.

Selama PJJ, kepala madrasah bersama para pendidik tetap bertanggung jawab memastikan hak belajar siswa terpenuhi.

Teknis pembelajaran disesuaikan dengan kondisi masing-masing madrasah, baik secara daring maupun luring.

Penyesuaian dilakukan dengan mempertimbangkan ketersediaan sarana dan prasarana, jaringan internet, serta kebutuhan peserta didik.

Kemenag Tabalong juga mengingatkan agar beban belajar selama PJJ disederhanakan.

Materi pembelajaran diarahkan pada penguatan literasi, numerasi, karakter, dan keagamaan.

Penugasan kepada siswa juga diminta tidak membebani peserta didik maupun orangtua atau wali.

Selain itu, seluruh warga madrasah diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan.