Karhutla Banjar-Banjarbaru, Kodim 1006/Banjar Ungkap Titik Rawan
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Sekitar 200 personel Komando Distrik Militer (Kodim) 1006/Banjar disiagakan untuk menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Banjar dan Banjarbaru.
Personel tersebut disiapkan untuk merespons titik-titik kebakaran yang muncul di tengah kondisi cuaca panas dan kering.
Dalam satu hari, petugas bahkan sempat menangani sembilan titik karhutla di dua wilayah tersebut.
Dandim 1006/Banjar Letkol Inf Bambang Prasetyo Prabujaya mengatakan, personel yang disiagakan berjumlah sekitar dua Satuan Setingkat Kompi (SSK) atau sekitar 200 orang.
“Yang setiap harinya melaksanakan siaga secara bergantian, baik yang ada di wilayah Banjar maupun Banjarbaru,” ujarnya usai peninjauan karhutla di kawasan Guntung Damar, Kelurahan Guntung Payung, Kecamatan Landasan Ulin, Banjarbaru, Sabtu (22/8/2026) sore.
Baca Juga Haji Isam Ditugaskan Presiden Prabowo Pimpin Tim Pemadaman Karhutla di Kalsel
Baca Juga VIDEO - Haji Isam Ditugaskan Presiden Prabowo Pimpin Tim Pemadaman Karhutla di Kalsel
Banyaknya titik kebakaran membuat personel harus membagi kekuatan berdasarkan kondisi di lapangan.
Penanganan pun dilakukan dengan melihat skala prioritas dari setiap titik yang muncul.
“Contoh kemarin pada hari Jumat itu kejadian kebakaran ada 9 titik. 9 titik, baik di wilayah Banjarbaru dan wilayah Banjar. Itu sangat-sangat membutuhkan konsentrasi dalam pelaksanaannya,” tambahnya.
Penanganan karhutla tersebut tidak dilakukan Kodim seorang diri. Personel TNI bekerja bersama kepolisian, relawan, Manggala Agni, BPBD serta unsur lainnya untuk menjangkau titik-titik kebakaran.
Di tengah kebutuhan penanganan yang cukup besar, Prabujaya mengakui masih ada keterbatasan dari sisi perlengkapan pemadam.
Namun kondisi tersebut tidak menjadi alasan untuk mengurangi upaya penanganan di lapangan.
“Memang kendalanya kita itu secara perlengkapan kita ada keterbatasan. Baik pemadam dan juga alatnya kita terbatas, tapi hal itu bukan menjadi sebuah halangan untuk kita tetap berbuat dan berupaya,” tuturnya.
Selain jumlah titik, lokasi kebakaran juga menjadi perhatian. Prabujaya menyebut kawasan Landasan Ulin, sekitar bandara, hingga Cempaka sebagai beberapa wilayah yang sempat mengalami kebakaran.