BPBD Kalsel Siagakan Pesawat untuk OMC, Atasi Karhutla di Kalimantan Selatan
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan akan kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
OMC di Kalimantan Selatan saat ini masih menunggu kondisi awan yang memenuhi persyaratan untuk dilakukan penyemaian.
Teknologi rekayasa cuaca ini untuk mengelola curah hujan guna mitigasi bencana seperti banjir atau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Hal ini dijelaskan Kepala BPBD Provinsi Kalsel, Ronny Eka Saputra.
Ia mengatakan OMC sebelumnya telah dilakukan selama tujuh hari pada 15–21 Juli 2026.
Operasi tersebut dihentikan setelah ketersediaan awan potensial untuk disemai mulai menipis.
“OMC sempat dilaksanakan selama tujuh hari, dari tanggal 15 Juli sampai dengan 21 Juli. Namun, karena kondisi awan hujan yang bisa disemai mulai menipis, OMC dihentikan tanggal 21 Juli,” ujar Ronny di Banjarbaru, Jumat (21/8/2026).
Meski operasi telah dihentikan sementara, kebutuhan operasional untuk melaksanakan OMC masih disiapkan.
Pesawat yang digunakan dalam kegiatan tersebut telah berada di Bandara Internasional Syamsudin Noor bersama bahan-bahan semai.
Ronny menyebutkan, perlengkapan OMC mulai didatangkan dari Jakarta pada 13 Juli 2026.
Sejak saat itu, seluruh kebutuhan operasi disiapkan untuk mendukung pelaksanaan sesuai kondisi cuaca.
“Pesawat serta bahan-bahan OMC sudah standby di Bandara Syamsudin Noor,” jelasnya.
Menurut Ronny, pelaksanaan OMC sangat bergantung pada hasil pemantauan BMKG.
Awan yang menjadi target penyemaian harus memenuhi kondisi tertentu agar operasi dapat dilakukan secara efektif.
Hingga Jumat (21/8/2026), pemantauan radar BMKG masih terus dilakukan untuk mencari peluang pelaksanaan OMC.
Jika terdapat awan potensial, BPBD bersama tim terkait dapat segera mengaktifkan kembali operasi.
“Begitu kawan-kawan BMKG menemukan sebaran awan yang bisa disemai, pesawat langsung bergerak beserta bahan-bahannya,” tegas Ronny.
Kesiapan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi peningkatan karhutla di tengah kondisi cuaca yang panas.
OMC diharapkan dapat menjadi salah satu upaya untuk membantu meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah yang membutuhkan.