Puluhan Tahun Tak Dihuni, Rumah Dua Lantai di Gambut Ambruk dan Rusak Bangunan Tetangga
Akibat kondisi tersebut, Farok bersama keluarganya terpaksa mengungsi ke kawasan Km 6 Banjarmasin, demi menghindari risiko bangunan kembali roboh.
“Sudah mengeluarkan barang-barang, karena kita tidak berani juga untuk diam di sana,” ungkap H Sulai.
Warga menduga, robohnya bangunan dipengaruhi usia konstruksi yang sudah cukup lama, serta tidak adanya renovasi dalam kurun waktu itu.
Kondisi pondasi dan struktur bangunan dinilai tidak lagi mampu menopang beban rumah dua lantai.
“Kayaknya memang karena usia, sudah lama juga dan tidak pernah ada renovasi,” beber H Sulai.
Setelah kejadian, pihak Kecamatan Gambut disebut masih melakukan koordinasi dengan pemilik rumah, terkait penanganan bangunan serta persoalan kerusakan rumah tetangga yang terdampak.
Untuk mencegah terjadinya robohan susulan, alat berat kemudian didatangkan ke lokasi untuk merobohkan bagian bangunan yang masih berdiri, dan dinilai masih membahayakan keselamatan warga.
Langkah tersebut dilakukan, sebagai upaya mengamankan lokasi sekaligus mencegah sisa bangunan kembali ambruk, dan menimpa rumah warga lainnya.
Warga menyambut baik langkah tersebut, dan berharap penanganan bangunan dapat segera dituntaskan.
Selain keselamatan, warga juga berharap ada kejelasan mengenai tanggung jawab atas kerusakan rumah milik Farok, yang terdampak langsung.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat dan pemilik bangunan, agar rumah kosong, khususnya bangunan tua yang berada di tengah permukiman, tetap mendapat perhatian dan pemeriksaan berkala.
Bangunan yang dibiarkan rusak tanpa perawatan, berpotensi membahayakan keselamatan warga di sekitarnya. (wartabanjar.com)