“Kalau tokoh umat beragama ini kompak, maka perbedaan pendapat apa pun juga tidak akan pernah terjadi secara kuat. Tapi sebaliknya, kalau ada gangguan lintas agama, itu puncak dari permasalahan ini. Pengalaman membuktikan bahwa kalau perbedaan etnik, kalau perbedaan politik, tidak seberapa dampaknya, tapi kalau konflik antaragama itu bisa sangat dahsyat. Untuk itu, mari kita jaga bersama kerukunan dan keharmonisan kehidupan umat beragama,” tegasnya.

Selain kerukunan, Nasaruddin mengingatkan masyarakat agar turut menjaga kelestarian alam. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak merusak maupun membakar lingkungan, tetapi membangun hubungan yang harmonis dengan alam.

“Jangan memusuhi alam, jangan membakar alam, jangan merusak alam. Tapi mari kita bersahabat dengan alam. Insya Allah alam itu akan memberikan, membuka dirinya, membuka rahasianya, membuka rahmatnya kalau kita mendekati secara rohani,” ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Kalsel H. Muhidin menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan Menteri Agama ke Kalimantan Selatan. Menurutnya, kehadiran Menteri Agama menjadi kehormatan sekaligus kebanggaan bagi pemerintah daerah dan masyarakat Kalsel.

Muhidin mengatakan kunjungan tersebut semakin memperkuat kolaborasi dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga kehidupan beragama yang harmonis, toleran, dan penuh persaudaraan.

“Kunjungan Bapak Menteri tentunya juga memperkuat kolaborasi dan sinergi kita untuk mempertahankan kehidupan beragama yang harmonis dan toleran. Insya Allah, Kalsel akan menjadi pilar Indonesia dalam merawat peradaban kehidupan beragama dalam bingkai persatuan, persaudaraan, dan toleransi,” katanya.

Muhidin juga bersyukur di usia ke-76, Provinsi Kalimantan Selatan tetap dikenal sebagai daerah yang agamis, aman, dan damai.

Ia menyebut peningkatan indeks kerukunan umat beragama tidak terlepas dari kontribusi pendidikan agama, majelis taklim, serta berbagai forum keagamaan yang berkembang di masyarakat.

“Pemerintah Provinsi Kalsel berkomitmen untuk terus memperkuat moderasi beragama demi terwujudnya Banua yang aman, maju, dan sejahtera,” pungkasnya. (Wartabanjar.com/MC Kalsel/*)

Berita Sebelumnya 1,2 Ton Sawit Diduga Hasil Curian, Pria di Tabalong Diamankan Polisi
Berita Selanjutnya Isu Uang Rp1 Miliar dan Desakan Ekshumasi di Kematian Karumga Eks Jampidsus Febrie Adriansyah