Resmi Dihibahkan ke Pemkab Tanah Laut, Ini Kisah di Balik Nama Masjid Hj Siti Maryam
"Kalau ditanyakan nama Siti Maryam itu siapa, itu nenek dari istri saya. Sebenarnya karena kondisinya yang sudah tidak bisa berjalan, jadi tidak bisa saya hadirkan di sini. Beliau ada di Banjarmasin," tuturnya.
Ia berharap keberadaan fasilitas keagamaan ini tidak sekadar menjadi simbol fisik, melainkan mampu dihidupkan melalui berbagai aktivitas ibadah serta kegiatan sosial kemasyarakatan bagi warga sekitar dan para pengguna jalan yang melintas.
"Pesan saya, kawasan masjid ini memang kita tahu sebagai tempat ibadah. Kita berharap keberadaan masjid ini harus memakmurkan, dan itu juga menjadi salah satu perintah ibadah, memakmurkan masjid," tegasnya.
"Tentu dengan ada beberapa tempat juga yang nanti terintegrasi dengan lokasi fasilitas yang rencananya akan dibangun oleh Pemkab, selain fungsinya sebagai tempat ibadah, bisa sekaligus sektor sosial lainnya untuk masyarakat sekitar maupun yang ada di Kabupaten Tanah Laut," pungkasnya.
Langkah hibah dari jenderal bintang dua tersebut disambut hangat oleh Bupati Tanah Laut H. Rahmat Trianto.
Pihak Pemkab menilai penerimaan hibah ini merupakan amanah besar yang sejalan dengan visi pembangunan daerah di kawasan Gunung Kayangan.
"Ini bukan saja kita menerima sebagai suatu beban, tapi suatu amanah, karena inilah suatu masjid yang notabenenya kita harus memakmurkannya. Sehingga komitmen kami di pemerintah insya Allah akan memakmurkan masjid itu," ucap Rahmat. (Wartabanjar.com/*)