Ia menyebut kemungkinan peserta gugur tetap ada, terutama akibat ketidakdisiplinan, pelanggaran aturan perusahaan, maupun kecelakaan kerja yang disebabkan human error seperti mengantuk saat bekerja.

"Selama masa pendidikan mereka tetap mendapatkan gaji," kata Agus.

Ia menambahkan, proses rekrutmen dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan tinggi badan, kesehatan jasmani dan rohani, serta karakter yang baik.

Bagi peserta yang gugur, perusahaan membuka kesempatan untuk mendaftar kembali, namun PT SIS tetap mengutamakan pendaftar baru agar kesempatan kerja dapat dirasakan lebih banyak masyarakat.

"Kami juga ingin memberi kesempatan kepada mereka yang sudah lama menunggu untuk mendaftar," ujarnya. (wartabanjar.com/Suhardi)

Editor: Yayu