Keduanya sama-sama menjadi ikon Liga Inggris pada masanya dan kini membawa beban harapan jutaan pendukung negaranya.
Harry Kane memburu trofi mayor pertama bersama Tim Tiga Singa, sedangkan Erling Haaland bertekad mengantar Norwegia menorehkan sejarah terbesar di Piala Dunia.
Meski duel Kane kontra Haaland akan menjadi magnet utama, pertandingan ini juga menyajikan perang strategi di lini tengah.
Inggris mengandalkan kreativitas Jude Bellingham, Declan Rice, hingga Bukayo Saka untuk menyuplai bola ke lini depan.
Di kubu Norwegia, Martin Ødegaard menjadi otak permainan yang siap memanjakan Erling Haaland dengan umpan-umpan matang, dibantu kecepatan Antonio Nusa dan Oscar Bobb di sisi sayap.
Secara pengalaman, Inggris lebih unggul.
Namun Norwegia telah membuktikan mereka mampu menumbangkan lawan-lawan besar sepanjang turnamen.
Kepercayaan diri skuad asuhan Ståle Solbakken juga sedang berada di puncaknya setelah sukses menyingkirkan Brasil.
Menariknya, Harry Kane memberikan respek tinggi kepada Erling Haaland.
Kapten Inggris itu menyebut penyerang Manchester City tersebut sebagai sosok “monster” dan “mesin gol”, sebuah pengakuan yang menggambarkan betapa besar ancaman yang akan dihadapi lini belakang Inggris.
Laga ini bisa saja ditentukan oleh satu momen kecil.
Satu sentuhan Harry Kane, satu sprint Erling Haaland, atau satu umpan brilian Ødegaard dan Jude Bellingham dapat menjadi pembeda.
HEAD TI HEAD 5 LAGA TERAKHIR INGGRIS VS NORWEGIA







