WARTABANJAR.COM, BANJARBARU- Keluarga sembilan jemaah haji asal Embarkasi Banjarmasin yang meninggal dunia di Tanah Suci dipastikan telah menerima pendampingan.

Selain menerima takziah, pihak keluarga juga diberikan informasi mengenai hak asuransi yang akan diterima sesuai ketentuan.

Kepala Bidang Penerimaan dan Pemberangkatan Jemaah Haji PPIH Debarkasi Banjarmasin, Rasyid Luthfiana mengatakan, setiap ada laporan jemaah wafat, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Kementerian Agama di daerah asal jemaah.

”Perintah Pak Menteri Haji dan Umrah, bahwa ketika ada jemaah yang meninggal dunia, Kanwil dan Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten/Kota langsung takziah ke keluarga,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (2/7/2026).

Kunjungan tersebut, lanjut Rasyid, tidak hanya untuk menyampaikan kabar duka kepada keluarga, tetapi juga memberikan penjelasan mengenai hak yang akan diterima ahli waris.

”Sekaligus memberitahukan bahwa jemaah yang meninggal dunia nanti akan mendapatkan asuransi,” ungkapnya.

BACA JUGA: Seluruh Jemaah Haji 2026 Debarkasi Banjarmasin Tiba di Tanah Air, 9 Orang Wafat di Tanah Suci

BACA JUGA: Tangis Haru Warnai Kepulangan Jemaah Haji 2026 Asal HST di Barabai, Delapan Orang Masih di Tanah Suci

Dari sembilan jemaah yang meninggal dunia pada musim haji tahun ini, tujuh orang berasal dari Kalimantan Selatan dan dua lainnya dari Kalimantan Tengah.

Mayoritas jemaah yang wafat diketahui meninggal dunia setelah menjalani rangkaian Armuzna, yakni puncak pelaksanaan ibadah haji yang meliputi wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, dan melontar jumrah di Mina.

”Kebanyakan meninggal setelah Armuzna. Itu karena puncak haji dan puncak lelahnya melaksanakan ibadah haji,” jelas Rasyid.

Ia menambahkan, kondisi tersebut umumnya terjadi pada jemaah yang telah memiliki penyakit bawaan sehingga kesehatannya menurun setelah menjalani rangkaian ibadah yang padat.

”Ketika memiliki penyakit bawaan, itu yang kemudian memicu kondisi kesehatannya hingga akhirnya meninggal dunia,” tutupnya. (wartabanjar.com/IKhsan)

Editor: Yayu