Ia kemudian berpesan kepada warganet jika menyadari ada orang di sekitar yang seperti di posisi Yuvita, agar meningkatkan kewaspadaan, jangan sekadar curiga dan jangan sampai orangnya meminta tolong.

"Karena bisa jadi mungkin dia takut meminta tolong, mungkin dia diprogram untuk berpikir bahwa itu semua memang salahnya, kadang orang tu nggak sadar bahwa apa yang mereka alami tu nggak normal," katanya.

BACA JUGA: Bahagianya Aurelie Moeremans Bongkar Kiriman Ibunya Berisi Keperluan Melahirkan dari Indonesia

BACA JUGA: Aktris Aurelie Moeremans dan Suaminya Gelar Resepsi Pernikahan di AS

Ia menyarankan jika menemukan kecurigaan seperti ini, sebaiknya datangi orang tersebut dan tanya langsung.

"Walau dia bilang dia baik-baik aja, tapi sebaiknya tanya langsung ke orangnya. Intinya kalian harus tetap ada untuknya. walau dia marah dan membela pelakunya," katanya lagi.

Ia juga menyoroti sikap kakak-kakak Yuvita yang kemudian membiarkan adiknya tetap bersama pelaku karena sudah menyerah sebab berpikir itu semua memang kemauan Yuvita, menurut Aurelie karena itu memang yang dimaui oleh pelaku, yaitu ada pihak yang menyerah bahkan tak peduli dan membiarkan kebejatannya berlanjut.

Ia juga mengatakan tahu sekali rasanya menjadi korban toxic relationship sehingga ia berpesan jika ada juga korban-korbannya lainnya, ia mengatakan ini semua bukan salah mereka.

?utm_source=ig_embed&utm_campaign=loading" target="_blank" rel="noreferrer noopener">

?utm_source=ig_embed&utm_campaign=loading" target="_blank" rel="noreferrer noopener">?utm_source=ig_embed&utm_campaign=loading" target="_blank" rel="noreferrer noopener">

?utm_source=ig_embed&utm_campaign=loading" target="_blank" rel="noreferrer noopener">View this post on Instagram

?utm_source=ig_embed&utm_campaign=loading" target="_blank" rel="noreferrer noopener">A post shared by Aurélie Moeremans Bigenho (@aurelie)

(wartabanjar.com/yayu)

Editor: Yayu