Hasil pertandingan akan menentukan siapa yang finis sebagai juara Grup I, sekaligus berpotensi memengaruhi lawan yang akan dihadapi pada fase gugur.
Perbandingan keduanya pun menarik. Mbappé datang dengan pengalaman tiga edisi Piala Dunia dan telah membangun reputasi sebagai salah satu pencetak gol terbaik sepanjang sejarah turnamen.
Sebaliknya, Haaland baru menjalani debutnya di Piala Dunia, tetapi langsung tampil eksplosif dengan empat gol dari dua laga.
Namun, gaya bermain mereka sangat berbeda. Haaland mengandalkan kekuatan fisik, penyelesaian akhir, dan insting mencari ruang di kotak penalti.
Sementara Mbappé lebih eksplosif dalam membawa bola, memanfaatkan kecepatan, dribel, serta kemampuannya menciptakan peluang dari sisi lapangan.
Perbedaan karakter inilah yang membuat bentrokan mereka menjadi salah satu pertarungan individu paling dinanti sepanjang fase grup.
Ada kemungkinan kedua pelatih melakukan rotasi mengingat tiket ke fase gugur sudah berada di tangan.
Pelatih Norwegia bahkan mengisyaratkan akan mengelola kondisi fisik para pemain agar tetap bugar menghadapi babak knockout.
Namun, besarnya gengsi sebagai juara grup membuat publik tetap berharap Haaland dan Mbappé mendapat kesempatan saling beradu ketajaman di lapangan.
Bila selama lebih dari satu dekade dunia sepak bola menikmati rivalitas antara Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, maka Norwegia versus Prancis bisa menjadi panggung yang menandai lahirnya rivalitas baru.







