WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Penyanyi Afgan mengungkapkan bayaran perdananya saat kali pertama manggung pada 2007 atau sekitar 19 tahun lalu.

Kala itu, ia rutin tampil menyanyi di foodcourt Lippo Mall Karawaci, Tangerang.

Pelantun “Sadis” itu mengaku bayaran pertama yang diterimanya bukan berupa uang, melainkan voucer makan.

Hal itu diceritakannya dalam acara jumpa pers di daerah Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa (23/6/2026).

“Jadi dulu pertama kali manggung itu di Lippo Mall Karawaci. Dan itu beberapa kali ya, di Lippo Karawaci waktu tahun 2007. Ingat banget bayaran pertamanya itu voucer makan di Lippo Mall,” kata penyanyi bernama lengkap Afgansyah Reza ini.

Saat itu ia tampil secara rutin di panggung kecil yang berada di area pusat perbelanjaan tersebut.

Ia diminta menyanyi di sana sebulan sekali yaitu tiap hari Jumat.

Penyanyi berusia 37 tahun itu juga mengenang bahwa pada masa-masa awal kariernya, pertunjukan yang ia jalani sering kali sepi penonton.

Meski demikian, pengalaman tersebut justru menjadi pelajaran berharga baginya untuk membangun mentalnya sebagai seorang penyanyi.

“Enggak ada yang nonton sih, kosong. Tapi itu melatih mental banget buat aku. The show must go on,” ungkap Afgan lagi.

Karena saat itu belum memiliki lagu sendiri, Afgan membawakan lagu-lagu milik musisi lain saat tampil, baik internasional maupun Indonesia.

BACA JUGA: Resmi Jadi Haji, Afgan Ungkap Pengalaman Spiritualnya Berhaji Tahun ini

BACA JUGA: Intip Keseruan Afgan Berburu Takjil di Bangkok Hingga Buka Puasa Ngemper di Tepi Jalan

Di antaranya adalah lagu John Mayer, Marcell dan Glenn Fredly.

Peralatan tampilnya pun diakuinya sangat sederhana yaitu cuma memakai minus one, bukan band.

"Jadi seminimal mungkin, enggak punya tim. Saya ngalamin banget yang kayak gitu-gitu. Tapi itu kayaknya harus dialami sama semua musisi sih,” tuturnya.

Kini, setelah 19 tahun berkarier di industri musik, Afgan juga bersiap menggelar konser tunggal bertajuk Retrospektif yang akan berlangsung di Jakarta Convention Center pada 18 Juli 2026 nanti. (wartabanjar.com/berbagai sumber)

Editor: Yayu