Baca Juga: Berawal dari Ucapan “Dasar Bungul”, Polisi Ungkap Motif Pembunuhan di Pengaron Banjar
Ia menyebut sejumlah indikator pembangunan daerah menunjukkan tren positif, di antaranya Indeks Pembangunan Gender (IPG) yang meningkat menjadi 85,74, Indeks Ketimpangan Gender (IKG) yang turun menjadi 0,557, serta Indeks Kabupaten/Kota Layak Anak (IKK) sebesar 78,46 dengan kategori Responsif Gender dan Hak Anak.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap mewaspadai kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Sementara itu, melalui sosialisasi RBI diharapkan Tanah Bumbu dapat menyusun matriks rencana aksi daerah yang lebih tajam, aplikatif, dan berkelanjutan guna meningkatkan kualitas hidup perempuan dan anak serta mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak DP3AKB Provinsi Kalimantan Selatan, Andrian Anwari menyampaikan bahwa RBI merupakan langkah strategis Kemen PPPA dalam membangun gerakan kolaboratif yang lebih holistik, kreatif, dan berkelanjutan.
“Ruang Bersama Indonesia juga merupakan bagian dari Program Prioritas Presiden dalam memperkuat kesetaraan gender serta menjamin perlindungan hak perempuan, anak, dan penyandang disabilitas,” ujarnya.
Kegiatan sosialisasi dihadiri perwakilan Kementerian PPPA RI, Kepala SKPD lingkup Pemkab Tanah Bumbu, Kantor Kementerian Agama, Camat, TP PKK Desa, serta tamu undangan lainnya.
Kegiatan ini juga diisi dengan penandatanganan penguatan komitmen Pemerintah dalam mendukung DRPPA menuju Ruang Bersama Indonesia. Penandatanganan melibatkan Kepala Desa Madu Retno bersama Camat Karang Bintang juga Kepala Desa Wonorejo dan Camat Satui.







