Mulai 29 Juni 2026 Lion Air Layani Rute Banjarmasin-Kuala Lumpur, Seminggu 2 Kali Terbang
WARTABANJAR.COM, BANKJARMASIN - Maskapai penerbangan Lion Air mulai 29 Juni 2026 membuka penerbangan langsung dari Banjarmasin ke Kuala Lumpur, Malaysia dan sebaliknya.
Penerbangan yang rencananya dua kali seminggu yakni Senin dan Kamis ini akan menghubungan Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru dengan Bandara Internasional Kuala Lumpur.
Seperti yang disampaikan di rilis yang dikutip Senin (22/6/2026), jadwal penerbangan dari Bandara Syamsudin Noor adalah pukul 13.40 Wita dan mendarat pada pukul 16.30 waktu setempat.
Sementara, penerbangan sebaliknya dari Bandara Internasional Kuala Lumpur akan take off pukul 17.30 waktu Malaysia dan landing di Bandara Syamsudin Noor pukul 20.05 Wita.
Disebutkan oleh manajemen Lion Air, penerbangan langsung ini memberikan kemudahan mobilitas tanpa perlu melakukan perjalanan darat ke kota lain atau transit yang lebih panjang.
Waktu perjalanan pun menjadi lebih efektif sehingga masyarakat dapat mengalokasikan lebih banyak waktu untuk aktivitas produktif, berkumpul bersama keluarga, maupun menjalankan agenda penting lainnya.
Baca Juga: Benda Warna Merah Penyebab Tersesatnya 4 Perempuan di Gunung Birah Tanah Laut
Baca Juga: Alma Esbeye Meriahkan Penutupan Islamic Expo Tanah Laut 2026, UMKM Turut Terdongkrak
Dari perspektif pariwisata, Kuala Lumpur merupakan salah satu destinasi unggulan di Asia Tenggara yang menawarkan beragam pilihan wisata modern, budaya, kuliner, belanja, hingga hiburan keluarga.
Kehadiran penerbangan langsung dari Banjarmasin membuka peluang lebih besar bagi wisatawan untuk menikmati pengalaman perjalanan internasional dengan akses yang lebih mudah dan terjangkau.
Selain pembukaan rute ini juga berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Kalsel.
Wisatawan dari Malaysia dan negara lain memiliki akses yang semakin mudah untuk menjelajahi pesona daerah ini.
Tak hanya itu, vagi pelaku usaha dan dunia bisnis, penerbangan langsung ini menjadi sarana penting dalam memperkuat hubungan ekonomi antara Kalsel dan Malaysia.
Mobilitas yang lebih cepat mendukung kegiatan perdagangan, investasi, ekspor-impor, pameran bisnis, hingga pengembangan kerja sama lintas negara. Kemudahan akses ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta membuka peluang baru bagi UMKM dan sektor industri lainnya.