WARTABANJAR.COM, KOTABARU - Akhirnya, upaya pencarian selama 4 hari terhadap anak buah kapal (ABK) Mega Harapan yang mengalami tabrakan di Perairan Kotabaru, Kalsel, membuahkan hasil.

ABK Mega Harapan, Gilang (23) ditemukan dalam kondisi meninggal di Kawasan Perairan Pulau Sebuku, Kotabaru, Sabtu (20/6/2026) sore.

Sebelumnya, Gilang diduga terpental dan hanyut dibawa arus saat kapalnya, KM Mega Harapan bertabrakan dengan kapal lain di kawasan Perairan Labuan Mas, Kotabaru, Selasa (16/6/2026).

Saat itu KM Mega Harapan yang membawa 7 nelayan itu sedang berlayar dari arah Pulau Samber Gelap menuju Desa Tanjung Serudung.

Kapal kayu itu bertabrakan dengan kapal besi yang diduga membawa penumpang dengan corak warna biru dan putih yang terus berlayar seusai kejadian tersebut.

Hingga kini pemilik atau maskapai kapal tersebut masih misterius karena belum ada penjelasan terbuka ke publik.

Akibat tabrakan itu, kapten KM Mega Harapan, Muhammad Alwi (40) meninggal.

Baca Juga: Kapal Mega Harapan Tabrakan saat ABK Tidur dan Memasak, 1 Tewas 1 Hilang di Perairan Kotabaru

Baca Juga: Penabrak KM Mega Harapan di Perairan Kotabaru Masih Misterius, Korban Hilang Belum Ditemukan

Sementara 5 ABK lainnya yang selamat meski sempat berjam-jam terapung-apung di laut dengan bertahan di atas puing kapal yang terbelah dua adalah Bahruddin (43), Muhamad Soleh (26), Amiruddin (40), Alimuddin (43), dan Usman (34).

Mereka diselamatkan oleh nelayan yang melintas di kawasan itu lalu dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan medis.

Dalam rilisnya, Satpolairud menyatakan kepastian kapal besi yang menabrak KM Mega Harapan sulit diidentifikasi karena lima ABK selamat itu, dalam kondisi tidur dan memasak saat terjadi tabrakan.

Mereka baru menyadari terjadi tabrakan setelah merasakan benturan keras lalu terpental dan mengapung di laut.

"Jasad korban atas nama Gilang sudah ditemukan sekira pukul 17.00 Wita di Perairan Sebuku," kata Koordinator Pos SAR Kotabaru, Adi Maulana saat dikonfirmasi pers.