Khairurrijaal menjelaskan, internet gratis diarahkan untuk menunjang pelayanan publik dan sektor pendidikan, agar pemanfaatannya lebih tepat sasaran.

”Titik layanan ditempatkan di seluruh SKPD, UPT, kantor kecamatan, kantor kelurahan, puskesmas, SMP se-Kota Banjarbaru, hingga sejumlah sekolah dasar,” jelasnya.

Selain itu, fasilitas serupa juga tersedia di beberapa ruang terbuka publik seperti Pasar Bauntung, Masjid Agung Al Munawwarah, serta sejumlah ruang terbuka hijau di kawasan perumahan.

“Jumlahnya sampai sekarang lebih dari 100 titik, dan terus bertambah sesuai kebutuhan,” bebernya.

Untuk menjalankan program tersebut, Pemerintah Kota Banjarbaru mengalokasikan anggaran sekitar Rp3,6 miliar per tahun.

“Untuk anggaran sekitar Rp3,6 miliar, dimana setelah pengelolaan internet disatukan di Diskominfo, sebagian anggaran bisa dialihkan untuk kegiatan pendukung teknologi informasi lainnya,” ungkap Khairurrijaal.

Ia menambahkan, Diskominfo Banjarbaru bekerja sama dengan sejumlah penyedia layanan internet, untuk mendukung operasional program tersebut.

Provider yang terlibat antara lain Indosat, Telkom, Icon Plus, dan Rapid Net.

Sementara untuk pemeliharaan jaringan, Diskominfo memanfaatkan tenaga teknis internal yang secara bertahap mendapatkan pelatihan dan sertifikasi sesuai kebutuhan.

“Kami juga melakukan maintenance melalui staf Diskominfo, yang terus kami tingkatkan kemampuan dan sertifikasi keahliannya,” pungkasnya. (wartabanjar.com/Ikhsan)