Sensus ini tidak hanya menyasar pelaku usaha berskala besar, tetapi juga melakukan pemutakhiran data secara menyeluruh terhadap unit ekonomi terkecil di masyarakat, yakni sektor rumah tangga.

"Selain itu, dalam Sensus Ekonomi ini juga akan dimutakhirkan pendataan ekonomi keluarga. Jadi, setiap keluarga akan kita data," urainya.

Terjunkan 362 Petugas, Jadwal Kunjungan Dipastikan Fleksibel

Guna menyisir seluruh wilayah Kabupaten Tanah Laut, BPS mengerahkan sebanyak 362 personel gabungan. Tim ini terdiri atas 317 petugas pendata lapangan serta 45 petugas pengawas yang akan mengawal validitas data di lapangan. Seluruh petugas dijadwalkan bergerak melakukan pendataan dari rumah ke rumah serta ke tempat usaha mulai tanggal 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Mengingat tingginya aktivitas pencarian nafkah masyarakat Tala di pagi hari—seperti bertani di sawah atau menyadap karet—BPS menerapkan sistem kunjungan yang adaptif agar tidak mengganggu produktivitas warga.

"Fleksibel aja. Jadi, tentu masyarakat biasanya pagi masih ada kesibukan harus ke mana, ke sawah, harus usaha karetnya harus ini dulu. Nah, nanti petugas kami yang akan menyesuaikan," kata Siswo Wijanarko.

Pihak BPS mengimbau warga untuk menerima kedatangan petugas dengan baik serta memberikan jawaban yang jujur. Untuk mengantisipasi potensi penipuan, masyarakat diminta tetap waspada dengan memastikan petugas yang datang mengenakan rompi resmi, mengalungkan tanda pengenal (ID card), serta mampu menunjukkan surat tugas resmi dari BPS Tanah Laut.

Peluncuran ini ditutup dengan penandatanganan Pernyataan Komitmen Bersama Mendukung Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 oleh jajaran eksekutif, legislatif, yudikatif, instansi vertikal, keagamaan, hingga perwakilan dunia usaha Kabupaten Tanah Laut, disusul dengan sesi foto bersama. (Wartabanjar.com/Gazali/*).

Editor Restu