Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa empat tuntutan utama, di antaranya meminta pemerintah pusat mengevaluasi dan menghapus program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa Merah Putih, menurunkan harga bahan bakar minyak dan memperhatikan kondisi ekonomi masyarakat, menolak revisi Undang-Undang Polri, serta meningkatkan kesejahteraan di sektor pendidikan.

Menurut mahasiswa, seluruh tuntutan yang disampaikan telah melalui proses kajian dan pembahasan internal sebelum dibawa ke ruang publik.

Selain menyampaikan orasi, massa aksi juga melakukan aksi simbolik dengan menyerahkan kartu kuning kepada DPRD Kalimantan Selatan.

"Simbol tersebut dimaknai sebagai peringatan terhadap berbagai persoalan yang dinilai masih memerlukan perhatian serius dari pemerintah, baik di tingkat daerah maupun nasional," katanya.

Melalui aksi yang berlangsung hingga malam hari itu, mahasiswa berharap aspirasi yang mereka suarakan dapat diteruskan dan mendapat respons langsung dari anggota DPR RI yang mewakili Kalimantan Selatan di parlemen. (wartabanjar.com/iqnatius)