Kolaborasi DPRKPLH Tanah Laut dan GOW, Tanam Pohon dan Luncurkan Bank Sampah
"Dan selain itu juga, ada gagasan juga, ada gerakan dari gerakan organisasi wanita ini untuk membantu kami memilah sampah. Maka, kami ada di DPRKPLH ini mempunyai satu bank sampah yaitu Pikul Emas. Tabung sampah bekas menjadi emas," jelas Gusti Dwi Erzandi Kasuma.
Program tabungan berbasis limbah tersebut dirancang lewat kolaborasi matang agar memberikan kemudahan akses finansial bagi masyarakat yang ikut serta.
"Dan kami kemarin berkolaborasi dengan pihak Pegadaian, dengan beberapa pihak untuk bisa menabung dan hasilnya itu mungkin menjadi semacam tabungan bisa diambil kapan pun," lanjutnya.
Melalui sesi wawancara setelah kegiatan, Gusti Dwi Erzandi Kasuma mempertegas jenis tanaman yang dipilih dalam aksi kali ini, yang memanfaatkan bibit lokal hasil kunjungan kerja daerah tetangga.
"Hari ini kita dengan rekan-rekan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tanah Laut, kita hari ini menanam pohon ," terang Gusti Dwi Erzandi Kasuma.
Pihak dinas pun mengupayakan diversifikasi jenis tanaman pelindung maupun tanaman produktif agar dapat tumbuh optimal di area pusat pemerintahan.
"Dan kebetulan ada juga kita punya tanaman ulin, ada buah-buahan lainnya seperti jambu, alpukat, dan berbagai macam tanaman buah juga kita, kita upayakan bisa tumbuh di wilayah Kabupaten Tanah Laut khususnya di wilayah perkantoran," tambahnya.
Sementara itu, Ketua GOW Kabupaten Tanah Laut, Hj. Wiwi Yuly Sismita Zazuli, mengingatkan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup tidak boleh berhenti sebagai seremonial tahunan belaka, melainkan harus melahirkan komitmen kepedulian yang berkelanjutan.
"Hari Lingkungan Hidup Sedunia bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan sebuah pengingat bagi kita semua tentang kondisi bumi yang kita pijak di Tanah Laut yang kita cintai ini agar tetap terjaga untuk generasi yang akan datang," ungkap Hj. Wiwi Yuly Sismita Zazuli dalam pidatonya.
Hj. Wiwi Yuly Sismita Zazuli menambahkan, peran perempuan sangat krusial dalam membentuk pola hidup ramah lingkungan melalui unit terkecil masyarakat.