Aksi Gordon melewati pemain musuh di sisi kiri serangan memicu manuver licinnya di tepi kotak penalti.

Ia kemudian menyerahkan bola kepada Rice, yang menunggu di area dekat gawang untuk membidik tiang jauh.

Memasuki ujung babak pertama, satu lagi peluang gagal menghasilkan momen penamnbah gol bagi Inggris.

Kali ini insiden Gordon terjatuh di kotak penalti tidak cukup membuat wasit menunjuk titik putih.

Melalui tayangan VAR, sang pengadil menganggap benturan Gordon dengan Shawn Johnson terlalu lemah.

Timnas Inggris menutup paruh awal ini dengan keunggulan 1-0, walau beberapa kesempatan dibuat Harry Kane dkk.

Tim juara Piala Dunia 1966 itu tetap mendominasi babak selanjutnya, dan berhasil mendapatkan gol kedua di menit ke-68.

Gordon kembali mencatatkan namanya di papan skor, kali ini via eksekusi penalti sempurna. Arah tembakannya mengecoh kiper musuh bergerak ke sisi berlawanan.

Hukuman diberikan wasit akibat handball pemain Kosta Rika di kotak terlarang, saat mencoba mengeblok tembakan Eberechi Eze.

Inggris menyegel kemenangan dengan gol penutup dari Ollie Watkins, seusai menyundul bola muntah di depan gawang hasil dari tembakan Morgan Rogers.

Tim Tiga Singa menyudahi rangkaian persiapan menuju Piala Dunia 2026 dengan kemenangan kedua secara beruntun disertai clean sheet.

Pada laga sparing sebelumnya, Sabtu (6/6/2026), mereka mengalahkan Selandia Baru 1-0.

Hasil di Orlando ini juga membuktikan Timnas Inggris akhirnya bisa juga mencetak lebih dari satu gol sejak pergantian tahun.

Sebelum melawan Kosta Rika, mereka tak pernah bisa membobol gawang musuh lebih dari satu kali dalam tiga pertandingan pada 2026.

Secara beruntun, Kane dkk cuma beroleh seri melawan Uruguay (1-1), kalah dari Jepang (0-1), dan menang tipis atas Selandia Baru (1-0).

Timnas Inggris kini siap tempur di Piala Dunia 2026 dengan menjalani laga pertama di Grup L melawan sang finalis 2018, Kroasia pada 17 Juni 2026 nanti. (Wartabanjar.com)