Pedagang HST Sebut MinyaKita 1 Liter Jarang Datang, Bulog Jelaskan Sistem Distribusi
Untuk distribusi terbaru, KDKMP menerima sekitar 70 dus, pedagang pasar SP2KP sebanyak 50 dus, pasar non-SP2KP 45 dus, sedangkan kios di luar pasar menerima sekitar 35 dus.
Namun demikian, jumlah tersebut tidak bersifat tetap karena menyesuaikan volume pasokan yang diterima Bulog serta jumlah pedagang yang terdaftar pada saat distribusi berlangsung.
“Jumlah pedagang yang terdaftar dan jumlah minyak goreng yang datang tiap distribusi berbeda-beda. Jadi kuotanya menyesuaikan kondisi yang ada,” jelasnya.
Riza menambahkan, pada awal program MinyaKita berjalan, sebagian pedagang bahkan sempat memperoleh kuota jauh lebih besar karena jumlah pedagang yang terdaftar masih sedikit dan pasokan tersedia cukup banyak.
BACA JUGA: Disdag HST Perketat Pengawasan Harga MinyaKita, Pedagang Akui Jual Rp22 Ribu per Liter
BACA JUGA: Disdag HST Gelar Pasar Murah di 5 Kecamatan Jelang Idul Adha 2026
“Pernah ada pedagang yang mendapat ratusan dus. Bahkan bisa sampai 200 dus kalau stok cukup dan pedagang yang terdaftar masih sedikit,” katanya.
Bulog berharap pasokan MinyaKita dari pihak pabrikan dapat bertambah pada distribusi berikutnya sehingga kebutuhan pedagang dan masyarakat dapat terpenuhi dengan lebih baik.
“Harga lepas Bulog Rp14.500 per liter dan HET di tingkat pedagang Rp15.700 per liter. Mudah-mudahan seluruh pedagang dapat mematuhi ketentuan tersebut sehingga membantu masyarakat mendapatkan MinyaKita dengan harga yang terjangkau,” pungkasnya. (wartabanjar.com/Adew)
Editor: Yayu