“Kami memiliki target dan tujuan yang sama yaitu ingin menaikkan eh perolehan kursi P3 di Kabupaten Tanah Laut. kenaikan kursi tersebut kami tidak menargetkan berapa tapi yang nyata dari satu insyaallah kami harus targetkan naik lebih daripada satu,” ujar Air Langga tegas.

Air Langga juga menambahkan bahwa keberhasilan target tersebut memerlukan dukungan penuh (support) dari DPP dan DPW untuk mendongkrak elektabilitas partai di daerah. Apabila ritme kerja antara DPC, DPW, dan DPP berjalan senada dan seirama, maka DPC siap memajukan partai di Tanah Laut.

Namun, jika ritme tersebut tidak seenergi dan perolehan kursi legislatif di parlemen tidak mengalami kenaikan dari satu kursi yang ada saat ini, hal itu akan menjadi pertaruhan jabatannya.

“Kalau tidak berhasil naik, berarti toh berarti pemimpinnya tidak berhasil. Berarti saya selaku Ketua DPC 2029 gagal membawa P3 naik, berarti saya dengan konsekuensi saya harus mundur jadi ketua cabang,” sambung Air Langga berkomitmen.

Demi memuluskan target politik tersebut, kepengurusan baru PPP Tanah Laut kini mengandalkan strategi milenial dengan menempatkan 40 persen kalangan muda usia 25 hingga 29 tahun, serta 35 persen keterwakilan perempuan di jajaran struktur pengurus.

Secara teknis, Air Langga memaparkan bahwa jajaran pengurus DPC PPP Tanah Laut diberikan tenggat waktu selama tiga bulan ke depan untuk merampungkan penyusunan kepengurusan di tingkat PAC.

Selanjutnya, mesin partai ditargetkan bergerak cepat agar seluruh kepengurusan ranting di tingkat desa sudah terbentuk sepenuhnya hingga Desember 2026.

Langkah taktis pembentukan struktur hingga akar rumput ini dinilai sangat krusial guna menghadapi proses verifikasi faktual partai politik yang dijadwalkan oleh penyelenggara pemilu pada tahun 2027 mendatang, sebagai syarat mutlak kelolosan mengikuti Pemilu 2029. (Wartabanjar.com/Gazali/*)

Editor Restu