Profil Calon Rektor ULM (1): Prof Ahmad Alim Bachri, Sosok Anak Petani Pimpin PTN Tertua di Kalimantan
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Hingga penutupan masa pendaftaran bakal calon rector ULM (Universitas Lambung Mangkurat), Minggu (7/6/2026) terdapat tiga bakal calon.
Yakni, Rektor ULM saat ini, Prof. Dr. Ahmad Alim Bachri, S.E., M.Si, kemudian Wakil Rektor ULM Bidang Akademik Dr. Iwan Aflanie, dr., M.Kes., Sp.F., SH dan Guru Besar Ilmu Teknik Kimia Fakultas Teknik ULM, Prof. Ir. Muthia Elma, S.T., M.Sc., Ph.D.
Karena pendaftar hanya 3 orang (di bawah ketentuan minimal 4 orang), Panitia Pemilihan Rektor ULM berencana dalam pekan ini berkonsultasi dengan Kemendisaintek untuk membahas lanjutan tahapan pemilihan rektor.
Secara bergilir dalam tiga seri, Wartabanjar.com akan menyajikan profil ketiga bakal calon rektor ULM, perguruan tinggi tertua dan terbesar di Kalimantan.
Untuk seri pertama, adalah profil Prof Ahmad Alim Bachri.
Di sebuah desa di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, pada 31 Desember 1967 silam, lahirlah seorang anak dari keluarga petani sederhana yang kelak memimpin salah satu perguruan tinggi terbesar di Pulau Kalimantan.
Anak itu adalah Ahmad Alim Bachri, sosok yang kini dikenal sebagai Rektor ULM periode 2022–2026.
Masa kecil Ahmad Alim Bachri jauh dari kemewahan.
Ia tumbuh di lingkungan pedesaan di Pangbuluran, Enrekang, dalam keluarga besar yang mengandalkan hasil pertanian untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sejak dini, ia memahami bahwa pendidikan adalah jalan terbaik untuk mengubah masa depan.
Dengan semangat belajar yang tinggi, ia menempuh pendidikan dasar di SD Negeri 07 Gandeng, Desa Salukanan, lulus pada 1979.
Baca Juga: Calon Rektor ULM Hanya Prof Ahmad, Dr Iwan dan Prof Muthia, Keputusan Pilrek di Mendiksaintek
Baca Juga: Panitia Pilrek ULM Akan Lakukan Verifikasi Administrasi Prof Ahmad, Dr Iwan dan Prof Muthia
Pendidikan kemudian dilanjutkan ke SMP Negeri Malua dan SMA Negeri 06 Makassar hingga lulus pada 1985.
Perjalanan akademiknya berlanjut ke Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin.
Di kampus inilah ia menempuh pendidikan Sarjana Manajemen dan lulus pada 1991.