WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Pemerintah Kabupaten Tanah Laut menggandeng sektor swasta untuk menutupi kekurangan alat pemadam kebakaran dalam upaya mencegah bencana kebakaran hutan dan lahan di Halaman Pertasi Kencana Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Rabu (3/6/2026).
Langkah taktis ini diambil mengingat wilayah Kabupaten Tanah Laut yang sangat luas mencapai 363 ribu hektare. Berdasarkan pemetaan, kawasan yang memiliki risiko tinggi terbakar meliputi 132 ribu hektare kawasan hutan lindung dan produksi, 99 ribu hektare area perkebunan, serta 32 ribu hektare lahan persawahan.
Tingginya potensi kerawanan yang tidak sebanding dengan ketersediaan alat pemadam milik pemerintah, memicu perlunya tindakan cepat agar dampak kebakaran tidak meluas saat musim kemarau tiba.
Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto mengakui adanya keterbatasan sarana dan prasarana pendukung saat melakukan pengecekan kesiapan personel serta materiil usai memimpin Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Karhutla Tahun 2026.
Guna mengantisipasi dampak buruk dari kendala tersebut, koordinasi ketat dengan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) langsung diperkuat agar tim penyelamat perusahaan bisa diperbantukan.
Baca Juga Tengah Malam Serahkan Diri ke KPK, Wakil Menteri Silmy Karim Punya Kekayaan Rp208 Miliar
Baca Juga Asrama Ponpes Nurul Iman di RO Ulin Banjarbaru Terbakar, 78 Santri Selamat
”Tapi kalau dilihat hari ini dengan keterbatasan alat materiil ya, alat pendukung sebagai pemadam kebakaran memang masih kurang. Tapi tentunya dengan adanya kerja sama dengan perusahaan-perusahaan dalam lingkup GAPKI ya, Gabungan Organisasi Kelapa Sawit yang ada di Kabupaten Tanah Laut,” ujar Rahmat.







