Heboh Isu “Pocong Bersenjata Tajam” di Tabalong, Polisi Pastikan Informasinya Hoaks
WARTABANJAR.COM, TANJUNG- Warga Kabupaten Tabalong sempat dihebohkan dengan beredarnya informasi mengenai dugaan teror pocong membawa senjata tajam yang disebut-sebut mendatangi rumah warga.
Informasi tersebut ramai tersebar melalui grup WhatsApp pada Jumat (29/5/2026) siang.
Dalam pesan berantai yang beredar, dikatakan adanya sosok berpakaian pocong sambil membawa benda tajam hingga dikaitkan dengan rekaman CCTV dan korban meninggal dunia.
Kabar tersebut pun sempat membuat masyarakat resah, khususnya warga di wilayah Kambitin, Kecamatan Tanjung.
Menanggapi hal itu, Kapolres Tabalong Wahyu Ismoyo melalui Iptu Heri Siswoyo menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar atau hoaks.
Menurut Iptu Heri, hingga saat ini pihak kepolisian tidak menerima laporan dari masyarakat yang melihat langsung adanya orang mengenakan pakaian pocong sambil membawa senjata tajam sebagaimana yang disebut dalam video yang beredar.
“Tidak ada pelaporan dari warga Tabalong, khususnya di wilayah Kambitin, yang melihat secara langsung kejadian tersebut,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Ia juga memastikan informasi mengenai adanya korban meninggal dunia maupun rekaman CCTV terkait kejadian tersebut tidak ditemukan.
Dengan demikian, polisi menyatakan kabar tentang “teror pocong menggunakan senjata tajam ke rumah warga” merupakan informasi bohong yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Pihak kepolisian pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya, terlebih lagi jika langsung menyebarkannya ke grup WhatsApp maupun media sosial.
BACA JUGA: Viral di Grup WhatsApp Teror Pocong di Kalsel Hoaks
BACA JUGA: VIDEO - Heboh! Penampakan Misterius Mirip Pocong di Atas Warung Gegerkan Warga Banjarmasin
Menurut Iptu Heri, penyebaran informasi yang belum terverifikasi dapat memicu keresahan masyarakat dan berdampak terhadap situasi keamanan dan ketertiban.
“Kita hidup di era digital, jadi harus pandai memfilter informasi dan memastikan sumbernya jelas,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan telepon pintar untuk mencari kebenaran suatu informasi sehingga tidak mudah terpengaruh oleh kabar bohong atau hoaks yang beredar di media sosial. (wartabanjar.com/Suhardi)
Editor: Yayu