Menariknya, kostum tersebut dibuat secara mandiri hanya dalam waktu dua malam, menggunakan bahan sederhana dan kantong plastik bekas.

“Baru dua malam dikerjakan. Kostumnya buat sendiri dengan bahan seadanya,” katanya.

Meski dengan persiapan singkat, kelompok Kambing Surga berhasil meraih juara kedua kategori umum dalam pawai takbiran tahun ini.

Sementara juara ketiga kategori umum diraih Relawan Remaja Daruttaqwa. Adapun Harapan 1 diraih Al Fatih, Harapan 2 Lingkungan Masjid Al-Munir, dan Harapan 3 Banua Jingah Luar.

Untuk kategori instansi, juara pertama diraih Dinas PUPR, disusul Kecamatan Batang Alai Utara di posisi kedua, dan Setda HST di posisi ketiga.

Sementara Harapan 1 diraih RSHD Barabai, Harapan 2 Dinas Pertanian, dan kategori favorit diraih Balakar 654 Murakata.

Dalam sambutannya, Bupati HST Samsul Rizal mengatakan tradisi pawai takbiran bukan sekadar kegiatan tahunan, melainkan bagian dari syiar Islam yang penuh makna persaudaraan dan kebersamaan.

“Tradisi pawai takbir yang kita laksanakan pada malam ini bukan hanya sekadar rutinitas tahunan, akan tetapi wujud nyata dari syiar Islam yang sarat akan makna persaudaraan dan kebersamaan,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kreativitas generasi muda yang mampu menghadirkan karya menarik tanpa meninggalkan nilai-nilai religius.

Pawai takbiran Iduladha 2026 di Barabai pun berlangsung aman, meriah dan penuh antusiasme masyarakat hingga kegiatan selesai. (wartabanjar.com/Adew)