“Jendral Lapangan Tengah Laskar Sambernyawa, Zanadin Fariz (21) Kabarnya Diminati Oleh Tim Super League Yakni Garudayaksa FC, Dan Persebaya,” tulis @transferligainndo.
Itu untuk pemain, lalu bagaimana posisi pelatih yang kini kosong usai ditinggal Widido Cahyono Putro ke PSIS Semarang?
Belum ada informasi resmi tapi santer berhembus kabar, Garudayaksa mencaari pelatih level dunia.
Seperti yang diposting akun Instagram @beritagaruda_id.
“Punya fasilitas yang sangat mewah, memiliki budget yang unlimited, dan menurut beberapa kabar yang beredar, Garudayaksa akan merekrut pelatih top dunia dan salah satu pemain naturalisasi untuk musim depan,” tulisnya.
Sebenarnya apa alasan Widodo Cahyono Putro lebih memilih PSIS Semarang?
Pengumuman Widodo Cahyono Putro sebagai pelatih baru PSIS Semarang mengejutkan banyak kalangan.
Pasalnya, dia baru saja membawa Garudayaksa sebagai juara Liga 2 sekaligus promosi ke Liga 1.
Asisten Manajer PSIS, Moch Reza Handhikacmenegaskan, manajemen memilih Widodo Cahyono Putro karena telah membawa 3 tim promosi ke Liga 1, yakni Garudayaksa, Persijap dan Persita.
“Dengan pengalamannya membawa beberapa tim promosi, diharapkan beliau juga bisa membawa PSIS Semarang kembali ke Super League, sejalan dengan target manajemen yang ingin promosi,” tegasnya.
Sementara Widodo Cahyono Putro mengaku ada 2 alasan utama.
Alasan pertama, mengikuti kata hati.
Sementara alasan kedua, Semarang lebih dekat dengan kampung halamannya di Cilacap, Jateng.
“Kata hati saya sepertinya tertarik ke Semarang, dan juga dekat dengan kampung halaman saya di Cilacap,” katanya.
Selain itu, paparan manajemen PSIS mengenai masa depan tim menjadi alasan lainnya.
“Kenapa saya menerima tawaran PSIS? Ya, karena ada target itu (promosi ke Liga 1),” ucap mantan pemain Timnas Indonesia ini. (Wartabanjar.com)







