Memang, kans mendatangkan Witan Sulaeman terbuka karena pada 31 Mei ini kontraknya di Persija berakhir.
Selain Witan Sulaeman, juga ada pemain Persis Solo yang beberapa kali mengenakan jersey Timnas Indonesia, Zanadin Faris.
Saat ini Zanadin Fariz cs sedang berada di ujung tanduk karena terancam degradasi dari Liga 1 Super League.
Apabila akhirnya Persis Solo memang terdegradasi, menjadi kesempatan tim lain untuk merekrutnya.
Akun Instagram @transferligainndo, juga membuka informasi bahwa Garudayaksa meminati Zanadin Fariz.
“Jendral Lapangan Tengah Laskar Sambernyawa, Zanadin Fariz (21) Kabarnya Diminati Oleh Tim Super League Yakni Garudayaksa FC, Dan Persebaya,” tulis @transferligainndo.
Itu untuk pemain, lalu bagaimana posisi pelatih yang kini kosong usai ditinggal Widido Cahyono Putro ke PSIS Semarang?
Belum ada informasi resmi tapi santer berhembus kabar, Garudayaksa mencaari pelatih level dunia.
Seperti yang diposting akun Instagram @beritagaruda_id.
“Punya fasilitas yang sangat mewah, memiliki budget yang unlimited, dan menurut beberapa kabar yang beredar, Garudayaksa akan merekrut pelatih top dunia dan salah satu pemain naturalisasi untuk musim depan,” tulisnya.
Sebenarnya apa alasan Widodo Cahyono Putro lebih memilih PSIS Semarang?
Pengumuman Widodo Cahyono Putro sebagai pelatih baru PSIS Semarang mengejutkan banyak kalangan.
Pasalnya, dia baru saja membawa Garudayaksa sebagai juara Liga 2 sekaligus promosi ke Liga 1.







