Namun, pernyataan tersebut sudah terlanjur memicu kemarahan publik yang luar biasa luas. Terutama bagi para pengguna internet dari generasi Z, yang saat ini sedang menghadapi realitas ekonomi yang sulit.
Kondisi sosial yang panas inilah yang kemudian membuat gerakan Partai Janta Kecoa mendapatkan momentum besar.
Masyarakat merasa mendapatkan wadah untuk menyuarakan kekecewaan mereka dengan cara yang unik.
Melihat amarah yang memuncak di internet, Dipke mengunggah sebuah pesan singkat di platform X pada hari Sabtu.
Ia menuliskan sebuah pertanyaan retoris mengenai apa yang akan terjadi jika semua “kecoa” bersatu.
Candaan tersebut rupanya membawa emosi yang sangat mendalam bagi banyak orang di India.
Dipke pun menindaklanjutinya dengan membangun situs web resmi serta akun media sosial untuk Partai Janta Kecoa.
Nama partai ini sengaja dibuat sebagai plesetan dari Partai Bharatiya Janata (BJP) yang dipimpin oleh Narendra Modi.
Akun Instagram resmi mereka bahkan langsung meroket hingga melampaui 3 juta pengikut hanya dalam tiga hari.
Dipke mengungkapkan bahwa para penguasa saat ini sering memandang warga negara hanya sebagai kecoa atau parasit.
Pernyataan pedas ini ia sampaikan langsung kepada media Al Jazeera melalui sambungan komunikasi dari Chicago.
Ia menambahkan bahwa kecoa biasanya berkembang biak dengan sangat cepat di tempat-tempat yang kotor dan busuk.
Menurut pandangannya, gambaran tempat yang busuk itulah yang merepresentasikan kondisi India pada masa sekarang.







