Ia menuliskan sebuah pertanyaan retoris mengenai apa yang akan terjadi jika semua “kecoa” bersatu.
Candaan tersebut rupanya membawa emosi yang sangat mendalam bagi banyak orang di India.
Dipke pun menindaklanjutinya dengan membangun situs web resmi serta akun media sosial untuk Partai Janta Kecoa.
Nama partai ini sengaja dibuat sebagai plesetan dari Partai Bharatiya Janata (BJP) yang dipimpin oleh Narendra Modi.
Akun Instagram resmi mereka bahkan langsung meroket hingga melampaui 3 juta pengikut hanya dalam tiga hari.
Dipke mengungkapkan bahwa para penguasa saat ini sering memandang warga negara hanya sebagai kecoa atau parasit.
Pernyataan pedas ini ia sampaikan langsung kepada media Al Jazeera melalui sambungan komunikasi dari Chicago.
Ia menambahkan bahwa kecoa biasanya berkembang biak dengan sangat cepat di tempat-tempat yang kotor dan busuk.
Menurut pandangannya, gambaran tempat yang busuk itulah yang merepresentasikan kondisi India pada masa sekarang.
Menariknya, para pendaftar partai ini bukan hanya dari kalangan masyarakat umum atau pengangguran saja.
Sejumlah tokoh politik terkemuka dan mantan pejabat negara dilaporkan turut mengisi formulir keanggotaan.
Beberapa nama besar yang bergabung antara lain Mahua Moitra, anggota parlemen oposisi dari Benggala Barat.
Selain itu, ada pula Kirti Azad, mantan anggota parlemen dari wilayah Bihar yang ikut mendaftar. (Wartabanjar.com)





