5 Amalan Sunnah Setiap Jumat dari Ustadz Adi Hidayat, Perbanyak Sholawat

“Waktu (berdoa) ini banyak ragam pendapat dari ulama. Ada yang mengatakan di antara dua khutbah. Ada yang mengatakan juga dan dikuatkan dalam beberapa riwayat waktunya ba’da ashar menjelang maghrib,” katanya.

“Maka biasakan berdoa, manfaatkan malamnya, subuhnya, siangnya, sorenya menjelang ke maghribnya minta kepada Allah. Boleh jadi di antara sekian doa itu Itulah yang bersamaan dengan waktu yang dijanjikan,” tutur UAH.

Di antara doa yang diajarkan adalah sebagai berikut.

Allahumakfina bi halaalika ‘an haroomik, wa aghnina bi tha’atika ‘an maksiatik wa bifadhlika ‘amman siwaak.

Artinya: “Ya Allah mohon cukupkan kepada kami segala yang halal dari-Mu dan jauhkan kami dari segala yang Kau haramkan. Ya Allah mohon luaskan diri kami untuk selalu mendapatkan kesempatan untuk bertaat kepada-Mu, untuk meningkatkan ketaatan kami kepada-Mu, dan terjauh dari perbuatan perbuatan yang Kau larang. Dan mohon luaskan diri kami untuk mendapatkan segala keistimewaan yang Engkau tetapkan yang berpeluang kami dapatkan dan jauhkan kami dari selain itu.”

4. Persiapkan Sholat Jumat dengan Sempurna

Nabi Muhammad SAW membimbing umatnya agar sebelum berangkat bersuci terlebih dahulu, mandi, kenakan wewangian, melangkah yang baik saat masuk ke masjid, jangan pisahkan tempat duduk orang, tunaikan sholat dengan tenang, dengarkan khutbah dengan fokus.

“Maka siapa yang bisa menunaikannya nabi tegaskan dia berpotensi terampuni dosa-dosanya yang pernah dia kerjakan diantara dua Jumat,” jelas UAH.

“Bahkan di hadis lain lebih tegas menyampaikan keutamaan ini disandingkan dengan pemberian manfaat antar sholat bahkan pemberian kafarat dari dosa antara Ramadhan,” tambahnya.

5. Sedekah

Terakhir untuk meraih keberkahan di hari Jumat adalah perbanyak sedekah, baik berupa harta benda dengan uang atau bisa jadi dengan makanan, pakaian, atau apapun yang kiranya baik untuk bisa dibagi sebagai gambaran ketaatan kepada Allah SWT.

“Selamat memperbanyak amal sunnah. Semoga diterima dan diikhlaskan oleh Allah SWT dan menjadi penghapus dari dosa-dosa yang pernah dilakukan,” tutup Ustadz Adi. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)

Editor Restu