Mulai dari aspek kepatuhan regulasi, atribut seragam, hingga kehadiran di kantor.
Menurutnya, citra pemerintah berada di tangan kedisiplinan para pegawainya.
“Jangan sampai masyarakat mengatakan ASN hanya enak saja. Karena itu saya minta pimpinan di setiap SKPD untuk benar-benar membangun budaya kerja yang baik,” tegasnya.
Tidak hanya soal disiplin, H. Rahmat Trianto juga melontarkan tantangan terbuka bagi para kepala dinas untuk segera melakukan akselerasi inovasi.
Di era digital saat ini, birokrasi yang berbelit-belit dianggap sudah tidak relevan lagi dengan kebutuhan publik.
“Saya tantang, secepat apa inovasimu? Keluarkan inovasi sesuai era sekarang. Permudah masyarakat. Pelayanan publik harus cepat, jangan bertele-tele,” ungkapnya.
Lebih lanjut, koordinasi antar-instansi serta kemampuan deteksi dini terhadap masalah di lapangan harus menjadi prioritas, terutama bagi camat sebagai ujung tombak pelayanan yang harus sigap dalam kondisi darurat.
Menutup arahannya, Bupati mengingatkan agar seluruh jajaran berani keluar dari zona nyaman dan meninggalkan pola kerja yang stagnan jika ingin melihat kemajuan di Bumi Tuntung Pandang.
“Kalau kita melakukan pekerjaan yang sama terus-menerus tetapi mengharapkan hasil berbeda, tentu itu tidak akan tercapai. Karena itu kita harus berubah dan terus berinovasi,” pungkasnya.(Wartabanjar.com/Gazali)
Editor Restu







