WARTABANJAR.COM, BARABAI – Sebanyak 59 calon jemaah haji asal Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) masuk kategori risiko tinggi berat dan akan mendapat pendampingan khusus dari tim kesehatan Kloter BDJ 14 selama menjalankan ibadah haji di Arab Saudi.
Pendampingan kesehatan tersebut dipimpin dr. Farah Diba dari RSUD H Damanhuri Barabai bersama dua perawat, Masmulia, Amk dan M Rifqi Anas, S.Kep., Ns.dr.
Farah mengatakan sebelum keberangkatan, tim kesehatan terlebih dahulu melakukan pemetaan terhadap jemaah yang memiliki riwayat penyakit berat seperti penyakit jantung, paru-paru, gangguan pendarahan, serta diabetes.Ia menjelaskan kategori risiko tinggi terdiri dari risiko ringan, sedang, dan berat.
Baca Juga Legislator DPR Asal Kalsel Siapkan Beasiswa bagi Yosepha yang Protes ke Juri LCC 4 Pilar
Dari jumlah tersebut, sebanyak 59 jemaah masuk kategori risiko tinggi berat.
“Kalau risti berat kita ada 59 orang untuk sekarang,” ujarnya saat ditemui pada pelepasan jemaah haji HST di Masjid Agung Riyadussalihin Barabai, Senin (11/5/2026).
Ia menambahkan jemaah risiko tinggi berat akan mendapat pemantauan lebih intensif selama berada di Tanah Suci, mulai dari pendampingan kesehatan, pengawasan konsumsi obat, hingga edukasi menjaga kondisi tubuh.
“Jadi kita lakukan pendampingan agar jemaah bisa menjalankan rukun haji dengan lancar,” katanya.







