Sementara itu, pemantauan terhadap jemaah reguler dilakukan secara berkala melalui kepala regu dan kepala rombongan di masing-masing kelompok.
dr. Farah mengatakan aktivitas ibadah haji yang padat membuat jemaah dengan penyakit bawaan perlu mendapat pendampingan kesehatan secara rutin.
“Dengan situasi ibadah yang padat dan banyaknya orang di sana, penyakit seperti itu cukup berisiko jika tidak didampingi tim kesehatan,” ujarnya.
Selama di Arab Saudi, tim kesehatan nantinya melakukan pemantauan berkala, visitasi, hingga pelayanan kesehatan bagi jemaah di Madinah, Makkah, sampai saat puncak ibadah haji di Arafah.
Jemaah juga diingatkan agar tetap rutin mengonsumsi obat, menjaga kondisi tubuh, serta mencukupi kebutuhan cairan selama menjalani ibadah haji.
Pendampingan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh jemaah, khususnya kategori risiko tinggi berat, dapat menjalankan rangkaian ibadah haji dengan aman dan lancar.
Sebanyak 330 calon jemaah haji asal Hulu Sungai Tengah bersama Kloter BDJ 14 dijadwalkan bertolak menuju Jeddah, Arab Saudi, pada Rabu (13/5/2026) pukul 08.15 Wita. (wartabanjar.com/Adew)
Editor Restu







