“10 awal Zulhijah adalah hari-hari istimewa, kalau seandainya di bulan Ramadhan tidak ada Lailatul Qadar, maka 10 awal Zulhijjah bisa melebihi daripada 10 akhir Ramadhan,” ujar Buya Yahya dikutip dari kanal youtube Al-Bahjah TV.
Selain puasa sunnah, umat Islam dianjurkan memperbanyak membaca tasbih, tahmid, dan takbir.
“Memperbanyak amal shaleh tidak terbatas pada amalan tertentu saja, silakan perbanyak membaca Alquran, maka hidupkan 10 hari awal Zulhijah dengan ibadah,” kata Buya Yahya.
Berikut niat Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah:
1. Niat Puasa Tarwiyah (8 Zulhijah)
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta’ala.
2. Niat Puasa Arafah (9 Zulhijah)
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ عَرَفَةَ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnati Arafah lillâhi Ta’ala.
Selain kedua puasa itu, di awal bulan Zulhijah juga disunahkan Puasa Zulhijah pada 1-7 Zulhijah.
Berikut Niat Puasa Zulhijah:
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: Saya niat puasa sunah bulan Zulhijah karena Allah Ta’ala. (Wartabanjar.com/dwisud)
Editor Restu







