Ia menjelaskan, program tersebut juga sejalan dengan program unggulan Pemerintah Provinsi yang mendorong pengembangan komoditas kopi, kelapa, dan karet.
Namun khusus untuk komoditas kelapa, pengembangan dalam skala hamparan dinilai memiliki sejumlah kendala, sehingga dipilih pendekatan berbasis rumah tangga.
Anik menambahkan, kelapa genjah dipilih karena memiliki sejumlah keunggulan dibanding jenis kelapa lainnya.
Selain masa panen yang lebih cepat, pohonnya juga tidak tumbuh terlalu tinggi sehingga memudahkan perawatan dan proses panen.
“Keunggulannya, dalam tiga tahun sudah bisa berbuah, tidak terlalu tinggi, dan buahnya juga besar-besar,” ucapnya.
Melalui program ini, Pemkab Tabalong berharap masyarakat dapat memanfaatkan pekarangan rumah secara produktif dan memperoleh tambahan penghasilan dari hasil perkebunan kelapa genjah di masa mendatang. (wartabanjar.com/Suhardi).







