Hasilnya, striker PSS Sleman Gustavo Tocantins memperkecil skor menjadi 2-1 pada menit 60.
Dan, suporter PSS Sleman langsung berteriak saat Tocantins mencetak gol keduanya, sekaligus menyamakan skor menjadi 2-2 pada menit 90+2.
Hingga 90 menit waktu normal, skor 2-2.
Wasit Yoko Supriyanto pun memperpanjang pertandingan melalui babak tambahan.
Namun hasilnya tetap 2-2 sehingga dilanjutkan adu penalti.
Everton Nascimento yang jadi eksekutor pertama Garudayaksa gagal karena bolanya melambung.
Dari PSS, Junior mampu membobol gawang Garudayaksa.
Lalu Manda Cingi menyamakan skor uuntuk Garudayaksa.
Penendang ketiga PSS Sleman, Kevin Gomes gagal karena bola mampu ditepis kiper lawan.
Penendang ketiga Garudayaksa yakni Frydek tendangannya mampu memperdaya kiper PSS Sleman.
Namun langsung dibalas Mowu dari PSS.
Lalu Dedi Tri membawa Garudayaksa unggul sebelum disamakan lagi oleh Arda Alfareza.
Taufik sebagai penendang terakhir Garudayaksa sukses mengecoh kiper PSS Sleman.
Petaka datang dari penendang terakhir Super Elja.
Gustavo Tocantins yang sudah mencetak 2 gol justru gagal melakukan eksekusi penalti karena bola bisa ditepis kiper Garudayaksa.
Skor adu penalti pun menjadi 4-3 untuk Garudayaksa yang sekaligus menjadi juara Liga 2 Championship. (Wartabanjar.com/dwisud)







