Dipimpin Wasit "Musuh" Bobotoh Persib, Garudayaksa Juara Liga 2 Bungkam PSS Sleman
WARTABANJAR.COM - Garudayaksa memastikan diri sebagai juara Liga 2 Championship usai membungkam perlawanan PSS Sleman.
Bertanding di kandang PSS Sleman, Stadion Maguwoharjo, Sabtu (9/5/2026) malam, Garudayaksa menang adu penalti 4-3 (2-2).
Laga final Liga 2 Championship ini dipimpin wasit Yoko Supriyanto, yang pernah menjadi "musuh" bobotoh (pendukung Persib Bandung).
Baca Juga: Final Liga 2 Championship PSS vs Garudayaksa Malam Ini, Duel Eks Barito Putera vs PSM
Baca Juga: Pelatih Ansyari Ingatkan Mental Juara di Laga Final Championship PSS vs Garudayaksa FC
Saat pertandingan Dewa United vs Persib Bandung di Liga 1 Super League, Senin (20/4/2026), wasit Yoko Supriyanto panen kecaman dan hujatan dari bobotoh via medsos.
Bobotoh menyorot kepemimpinan wasit Yoko Supriyanto yang dinilai tidak fair.
Pada laga yang berakhir 2-2 itu, bobotoh menuding gol pertama Dewa United tidak sah karena bola sempat keluar lapangan.
Namun, wasit Yoko Supriyanto tetap kukuh dengan keputusannya, bahkan belakangan didukung oleh Komite Wasit PSSI.
Garudayaksa Juara
Meski bermain di bawah tekanan puluhan ribu suporter PSS Sleman, Garudayaksa mampu bermain lepas, bahkan menguasai pertandingan hingga babak pertama berakhir.
Bahkan, tim besutan pelatih Widodo Cahyono Putro ini sempat unggul 2-0 di babak pertama.
Gol pertama dicetak pemain muda Alfin melalui sundulan kepala di menit 35.
Pada menit 45+1, bomber Garudayaksa Everton Nascimento memperbesar keunggulan menjadi 2-0 lewat tendangan penalti.
Di babak kedua, tuan rumah PSS Sleman meningkatkan tempo permainan.
Tim berjuluk Super Elja yang menguasai permainan gencar melakukan serangan.
Hasilnya, striker PSS Sleman Gustavo Tocantins memperkecil skor menjadi 2-1 pada menit 60.
Dan, suporter PSS Sleman langsung berteriak saat Tocantins mencetak gol keduanya, sekaligus menyamakan skor menjadi 2-2 pada menit 90+2.
Hingga 90 menit waktu normal, skor 2-2.
Wasit Yoko Supriyanto pun memperpanjang pertandingan melalui babak tambahan.
Namun hasilnya tetap 2-2 sehingga dilanjutkan adu penalti.
Everton Nascimento yang jadi eksekutor pertama Garudayaksa gagal karena bolanya melambung.
Dari PSS, Junior mampu membobol gawang Garudayaksa.