Sebelumnya, Marc Klok juga berseteru dengan pemain Bhayangkara FC.
Mantan pemain Timnas Indonesia ini dituduh telah melakukan aksi rasisme oleh pemain Bhayangkara FC, Henry Doumbia.
Insiden dugaan rasisme ini terjadi dalam pertandingan Liga Super League antara Bhayangkara vs Persib Bandung di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Kamis (30/4/2026) pekan lalu.
Insiden ini pun sempat memicu keributan antarpemain di lapangan.
Doumbia mengaku mendengar “komentar tidak pantas” dalam pertandingan itu.
Ia pun berharap agar insiden ini ditinjau PSSI.
“Selama pertandingan, saya mendengar sebuah komentar yang saya anggap tidak pantas. Saya melaporkannya dengan itikad baik sebagai bagian dari tanggung jawab saya sebagai pemain profesional,” kata Doumbia dalam pernyataan yang diunggah akun Instagramnya, Selasa (5/5/2026).
“Saya ingin menegaskan bahwa saya berdiri pada pernyataan saya. Saya yakin dengan apa yang saya dengar dan saya tidak akan mengangkat hal seperti ini tanpa alasan yang serius.”
Menanggapi tudingan itu, Marc Klok membantah telah melakukan tindakan rasisme.
Dia menyebut insiden kericuhan dalam pertandingan Bhayangkara FC vs Persib Bandung berawal dari salah paham.
Dalam unggahan di media sosial Instagram, Sabtu (2/5/2026), Marc Klok mengatakan insiden ini terjadi setelah timnya mencetak gol ke gawang Bhayangkara pada akhir babak pertama.
Saat itu, dia mengatakan para pemain Persib ingin segera melanjutkan pertandingan karena sedang tertinggal 1-2.
Namun, Doumbia dinilai menahan bola dan mengulur-ulur waktu.
“Kami berusaha segera melanjutkan permainan untuk mengejar ketertinggalan. Saya mengatakan dengan jelas kepadanya (Doumbia), ‘Give me the ball back (berikan bolanya),” kata Klok.
“Kami kemudian membicarakan hal tersebut. Ia meminta maaf kepada saya karena sebelumnya mengira saya mengatakan kata ‘black“.
Klok pun merasa dirugikan atas tuduhan rasisme dari pihak Bhayangkara FC.
Pemain kelahiran Amsterdam Belanda itu pun meminta Bhayangkara FC segera meminta maaf karena tuduhan rasisme merugikan nama baiknya. (Wartabanjar.com/dwisud)
Editor: Yayu







