Korban berinisial S (27) berhasil dievakuasi pada pukul 20.49 WITA dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya korban ZMH (34) dievakuasi pukul 21.51 WITA, disusul korban HHA (28) pada pukul 00.20 WITA.
Sementara satu korban lainnya, TRZ (38), juga ditemukan meninggal dunia.
SAR Mission Coordinator (SMC) I Putu Sudayana mengatakan, seluruh korban diduga meninggal akibat terpapar gas beracun di dalam ruang tertutup tersebut.
“Operasi evakuasi menghadapi tantangan serius, terutama karena kondisi ruang yang sempit dan tingginya potensi paparan gas berbahaya. Seluruh personel bekerja sesuai prosedur keselamatan untuk meminimalisir risiko tambahan,” ujar Sudayana.
Ia mengingatkan pentingnya penerapan standar keselamatan kerja saat melakukan aktivitas di ruang terbatas pada kapal maupun area perairan.
“Setiap aktivitas di ruang terbatas wajib dilengkapi prosedur keselamatan yang ketat, termasuk penggunaan alat deteksi gas dan perlindungan pernapasan,” tambahnya.
Setelah seluruh korban berhasil dievakuasi, operasi SAR resmi dihentikan pada pukul 00.40 WITA dan seluruh personel dikembalikan ke kesatuan masing-masing. (wartabanjar.com/iqnatius)
Editor: Yayu







