“Para pelaku sebagian masih ada yang berstatus sebagai pelajar, dan sebagiannya sudah putus sekolah,” katanya.
Dari pemeriksaan awal, diketahui para pelaku tergabung dalam kelompok yang telah merencanakan aksi tawuran.
Mereka bahkan berkeliling untuk mencari kelompok lain sebagai lawan.
“Mereka sudah membuat janji, lalu bergerak mencari kelompok lain untuk diajak tawuran,” jelasnya.
“Beruntung, sebelum terjadi tawuran berhasil kita antisipasi, dan para pelaku berhasil kita amankan,” lanjutnya.
Untuk para pelaku diamankan di tempat terpisah dan waktu yang berbeda, termasuk juga barang bukti yang berupa sajam.
Saat ini, polisi masih mendalami kasus tersebut, termasuk menelusuri dari mana para remaja itu memperoleh senjata tajam yang digunakan dalam aksi mereka. (wartabanjar.com/iqnatius)
Editor: Yayu







