“Awalnya terlihat api kecil di dalam pabrik, lalu membesar dan langsung dilaporkan kepada kami. Setelah itu kami lakukan penanganan awal,” ujar Ferry.
Dari hasil pemeriksaan sementara, sumber api diduga berasal dari material kering hasil proses press dryer.
Bahan tersebut sebelumnya telah melalui proes pemanasan dan ditumpuk di gudang, sehingga diduga masih menyimpan panas yang kemudian memicu kebakaran.
“Ini masih dugaan awal, belum bisa dipastikan. Kemungkinan berasal dari bahan kering hasil press dryer, bukan karena korsleting listrik,” ungkap Fery.
“Bahan yang sudah dipanaskan lalu ditumpuk, mungkin dari situ muncul api. Mesin juga tidak beroperasi saat itu,” tambahnya.
Ferry juga menambahkan bahwa saat kejadian tidak ada aktivitas produksi di dalam pabrik, hanya terdapat pekerja bagian servis.
“Tidak ada produksi, hanya tenaga servis. Jadi kemungkinan besar sumber api dari bahan veneer,” katanya.
Sementara itu, seluruh aktivitas pabrik untuk sementara dihentikan, karena area gudang saat ini masih dalam proses pembersihan dan perawatan, sambil menunggu keputusan lebih lanjut dari manajemen perusahaan. (wartabanjar.com/iqnatius)







