“Bahan yang sudah dipanaskan lalu ditumpuk, mungkin dari situ muncul api. Mesin juga tidak beroperasi saat itu,” tambahnya.
Ferry juga menambahkan bahwa saat kejadian tidak ada aktivitas produksi di dalam pabrik, hanya terdapat pekerja bagian servis.
“Tidak ada produksi, hanya tenaga servis. Jadi kemungkinan besar sumber api dari bahan veneer,” katanya.
Sementara itu, seluruh aktivitas pabrik untuk sementara dihentikan, karena area gudang saat ini masih dalam proses pembersihan dan perawatan, sambil menunggu keputusan lebih lanjut dari manajemen perusahaan. (wartabanjar.com/iqnatius)







