“Sudah mengeluarkan asap putih,” info relawan.
Dikutip buku Sejarah Banjar, industri kayu (wantilan) dikerjakan rakyat Banjar secara manual.
Usaha kayu rakyat ini bersifat turun temurun di kampung tepian Sungai Barito.
Gudang kayu ini menghasilkan kayu lapis atau yang telah digergaji. Lokasi di tepi Sungai Barito memudahkan untuk jual beli bahan mentah kayu yang berasal dari pedalaman Barito.
Kayu lapis dibeli oleh pedagang dibawa ke Surabaya dan dipasarkan ke seluruh Jawa. (Wartabanjar.com/ahmad raihan)
Editor Restu







