Dari May Day di Chicago ke Penjuru Dunia, Prabowo Ikut Rayakan Hari Buruh 1 Mei

Sejak saat itu, peringatan May Day menjadi momen penting bagi para pekerja di seluruh dunia untuk menyuarakan hak-hak mereka, termasuk di Indonesia.

Namun, peringatan May Day di Indonesia mengalami perubahan setelah terjadinya peristiwa G30S/PKI pada 1965.

Pemerintahan rezim Orde Baru melarang peringatan Hari Buruh Internasional dengan alasan ancaman terhadap keamanan nasional.

Baru pada masa reformasi, Hari Buruh kembali rutin dirayakan.

Di era Presiden BJ Habibie, Indonesia bahkan meratifikasi konvensi ILO (organisasi buruh dunia) Nomor 81 tentang Kebebasan Berserikat Buruh.

Pada 1 Mei 2013, terjadi peristiwa penting bagi sejarah hari buruh di Indonesia.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan Hari Buruh sebagai Hari Libur Nasional.

Setelah itu, dari tahun ke tahun, 1 Mei selalu menjadi ajang bagi buruh untuk menuntut hak-haknya.

Mulai dari upah yang pembayarannya tertunda, jam kerja dan upah yang layak, hak cuti hamil, hak cuti haid, hingga tunjangan hari raya (THR).

Pada Hari Buruh 1 Mei 2026 ini, para pekerja dari berbagai daerah akan merayakannya di Kawasan Monas, Jakarta.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) sekaligus ketua panitia, Andi Gani Nena Wea, mengatakan, sebanyak 400.000 buruh diperkirakan akan mengikuti acara di Monas.

Selain itu, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir dalam acara ini. (Wartabanjar.com/dwisud)

Editor Restu