Melalui sosialisasi ini, Pemkab Tanah Bumbu menargetkan adanya pergeseran gaya hidup dalam pemilihan menu keluarga dengan melirik potensi di sekitar rumah.
“Masyarakat diharapkan semakin sadar akan pentingnya mengolah dan mengonsumsi pangan lokal yang tersedia di sekitar kita, seperti umbi-umbian, sayuran, buah-buahan, serta sumber protein lokal lainnya. Masih banyak yang cenderung mengonsumsi pangan yang kurang beragam, sehingga berdampak pada kualitas gizi keluarga,” jelasnya.
Selain aspek kesehatan, gerakan kembali ke pangan lokal ini diyakini akan memberikan efek domino yang positif bagi perekonomian daerah.
Dengan meningkatnya permintaan masyarakat terhadap bahan pangan lokal, para petani dan pelaku UMKM sektor pangan di Tanah Bumbu akan mendapatkan kepastian pasar.
“Pemanfaatan pangan lokal memiliki dampak ekonomi yang besar. Dengan meningkatnya konsumsi pangan lokal, maka akan mendorong peningkatan produksi petani dan pelaku usaha lokal, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat perekonomian daerah,” tutupnya.
Kegiatan sosialisasi ini menghadirkan pemateri, Ahli Gizi Dedi Permana yang merupakan Ahli Gizi dari Kalimantan Selatan, Chef Dadan Jumadianor, yang juga langsung mempraktekan demo masak B2SA untuk anak dan balita, yang diharapkan menjadi agen perubahan dalam menyebarluaskan edukasi menu B2SA hingga ke tingkat rumah tangga. (wartabanjar.com/*)
Editor: Yayu







