Dalam pelatihan ini, peserta ditargetkan mampu melakukan penyambungan pelat menggunakan metode SMAW pada posisi 4G/PE sesuai standar Welding Procedure Specification (WPS).
Hadi menjelaskan, seluruh pelatihan tersebut telah dijadwalkan dalam satu tahun anggaran dengan tahapan seleksi yang ketat. Pendaftaran ditutup pada 30 April 2026, dilanjutkan seleksi pada 7 hingga 13 Mei 2026.
“Seleksi dimulai dari administrasi, kemudian tes tertulis, dan terakhir wawancara langsung oleh instruktur,” jelasnya.
Ia menambahkan, materi tes tertulis bersifat umum, sementara wawancara akan lebih mengarah pada kompetensi sesuai bidang kejuruan yang dipilih.
Peserta yang dinyatakan lulus akan melakukan daftar ulang pada 18 Mei 2026, sebelum mengikuti pelatihan yang dijadwalkan mulai sekitar 28 Mei 2026 selama satu bulan.
Menurut Hadi, tingginya minat masyarakat tidak lepas dari relevansi program pelatihan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. Selain itu, pelatihan juga terbuka secara inklusif.
“Pelatihan ini juga memberikan kesempatan bagi warga yang masuk kategori silangkar, juga penyandang disabilitas, untuk ikut serta,” katanya.
Ia berharap melalui program tersebut, para peserta dapat meningkatkan kompetensi dan memiliki daya saing di dunia kerja yang semakin dinamis. (wartabanjar.com/Suhardi/*)
Editor Restu







