WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Ada beberapa amalan sebelum dan sesudah Sholat Jumat yang disarankan dijalankan umat Islam.
Satu di antaranya, menurut ulama Buya Yahya, adalah mandi sunah karena memiliki beberapa keutamaan.
Untuk menjalankan mandi sunah ini, ujar Buya Yahya, seperti dikutip dari Instagram @buyayahya_albahjah, ada aturan dan cara yang sebaiknya diikuti.
Menurut Buya Yahya, mandi sunah di hari Jumat ibarat mandi junub dengan niat sunah.
Sebelum Sholat Jumat, laki-laki dianjurkan untuk mandi karena mendapat pahala sunah dan tubuh menjadi lebih segar.
Sebagaimana pula tertera pada hadist yang menganjurkan untuk mandi sebelum Sholat Jumat.
“Siapa saja yang menghadiri Sholat Jumat di antara kalian, maka mandilah,” (HR. Bukhari dan Muslim).
“Sesungguhnya ini adalah hari raya yang telah Allah jadikan bagi kaum muslimin. Barangsiapa menghadiri Sholat Jumat, hendaklah mandi. Jika mempunyai minyak wangi, hendaklah mengoleskannya, dan hendaklah kalian bersiwak,” (HR. Ibnu Majah).
Niat mandi sunah Sholat Jumat:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِحُضُوْرِ صَلاَةِ الْجُمْعَةِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى
(Nawaitul ghusla li hudhuri shalatil Jum‘ati sunnatan lillahi ta‘ala)
“Saya niat mandi sunah untuk menghadiri Sholat Jumat karena Allah Taala,”
Amalan Sebelum dan Sesudah Sholat Jumat
- Memotong kuku dan kumis
Amalan ini sesuai dengan apa yang selalu Rasulullah lakukan.
“Adalah Rasulullah SAW memotong kuku dan mencukur kumis pada hari Jumat sebelum beliau pergi Sholat Jumat. (HR. Al-Baihaqi dan At-Thabrani).
- Mandi
Mandi pada hari Jumat wajib hukumnya bagi setiap muslim yang balig berdasarkan hadits Abu Sa’id Al Khudri, di mana Rasulullah bersabda yang artinya, “Mandi pada hari Jumat adalah wajib bagi setiap orang yang baligh.” (HR. Bukhori dan Muslim).
Mandi Jumat ini diwajibkan bagi setiap muslim pria yang telah baligh, tetapi tidak wajib bagi anak-anak, wanita, orang sakit dan musafir.
Adapun tata cara mandi Jumat ini seperti halnya mandi janabah biasa.
Rasulullah bersabda yang artinya, “Barang siapa mandi Jumat seperti mandi janabah.” (HR. Bukhari dan Muslim).
- Menggosok gigi
Dari Abu Said al-khudri, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Mandi hari Jumat diperintahkan bagi setiap yang sudah bermimpi (akil baligh), bersiwak dan menggunakan minyak wangi jika dia memilikinya. (HR Muslim).
Bersiwak adalah membersihkan gigi dengan menggunaan batang kayu siwak yang di antara hikmahnya adalah untuk membersihkan dan menghilangkan bau mulut
Apabila kita tidak mendapatkan kayu siwak, bisa juga menggunakan sikat gigi dengan pasta gigi, karena inti hikmah dari ajaran bersiwak adalah membersihkan gigi dan menghilangkan bau mulut.







