Ia juga menyoroti pentingnya pola konsumsi yang beragam dan bergizi seimbang sebagai upaya pencegahan stunting.
“P2L tidak hanya bicara soal menanam, tapi juga soal kemandirian dan keberlanjutan,” tegasnya.
Dengan menanam berbagai jenis tanaman pangan di pekarangan, masyarakat dinilai dapat memenuhi kebutuhan gizi harian secara mandiri sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan keluarga.
Melalui sosialisasi ini, para peserta diharapkan mampu menjadi motor penggerak di lingkungan masing-masing dalam mengembangkan program P2L, serta mengedukasi masyarakat tentang pentingnya ketahanan pangan keluarga. (wartabanjar.com/Adew)
Editor: Yayu







