WARTABANJAR.COM, BANJARBARU- Sebanyak 179 dari 360 jemaah haji Kloter 1 Embarkasi Banjarmasin tercatat masuk kategori risiko tinggi (risti).

Bahkan, tiga orang di antaranya harus tertunda keberangkatannya karena kondisi kesehatan mereka.

Salah satu jemaah yang tertunda merupakan lansia asal Banjarmasin yang saat ini menjalani perawatan di rumah sakit akibat kondisi medis yang memerlukan penanganan lanjutan.

Satu jemaah yang tertunda diketahui bernama Rusmiati Asnawi (65), yang dirujuk ke RSUD Idaman Banjarbaru.

Ia dilaporkan mengalami kondisi lemas, anemia, serta tekanan darah tinggi, sehingga harus menjalani perawatan intensif.

Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP), dr. Achmad Dainuri, mengatakan pasien tersebut saat ini menjalani rawat inap.

“Dirawat di ruang Camar dan direncanakan menjalani transfusi darah,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Terpisah, dokter pendamping jemaah Kloter 1, dr. Aldiya Jamila, membenarkan jemaah tersebut tidak diberangkatkan pada kloter pertama.

“Iya, tidak ikut kloter ini. Jadi ditunda keberangkatannya,” katanya.

Ia menjelaskan, kondisi jemaah ini masuk kategori risiko tinggi berat dengan riwayat hipertensi, diabetes, dan anemia.

”Jemaah tersebut juga tertunda bersama satu orang pendamping,” tambahnya.

Selain itu, satu jemaah lainnya turut ditunda karena mengalami demensia, sehingga total tiga orang tidak diberangkatkan sehingga digantikan oleh jemaah lain.

Di sisi lain, Aldiya menyebut mayoritas jemaah juga didominasi kelompok lanjut usia.

“Sekitar 64 persen merupakan lansia, sebagian besar berusia di atas 60 tahun,” jelasnya.

Penyakit yang paling banyak diderita jemaah adalah hipertensi dan diabetes.

”Meski demikian, seluruh jemaah yang diberangkatkan dipastikan telah memenuhi syarat kesehatan setelah melalui pemeriksaan tahap tiga,” pungkasnya. (wartabanjar.com/IKhsan)

Editor: Yayu