Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda HST, Ahmad Zaid, menyebut pengendalian inflasi di daerah terus diperkuat melalui serangkaian rapat koordinasi dan teknis lintas sektor.
“Rapat ini merupakan lanjutan dari pembahasan sebelumnya, termasuk evaluasi dampak kenaikan LPG nonsubsidi dan penyusunan langkah pengendalian inflasi,” jelasnya.
Dari sembilan langkah pengendalian inflasi yang diamanatkan pemerintah pusat, Pemkab HST telah melaksanakan enam langkah. Tiga langkah lainnya masih perlu diperkuat, yakni penggunaan BTT, intervensi di sektor angkutan, serta kerja sama antar daerah maupun business to business.
Ia juga mengungkapkan, inflasi di HST pada awal 2026 sempat berada di atas 5 persen dan kini berada di kisaran 4 persen. Angka tersebut masih di atas ambang batas ideal 3,5 persen, sehingga diperlukan intervensi terhadap komoditas yang mengalami kenaikan harga.
“Jika tidak dikendalikan, kenaikan harga ini akan berdampak langsung pada masyarakat, terutama kebutuhan pokok,” tambahnya.
Melalui rakor ini, pemerintah daerah menargetkan lahirnya langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga, memperkuat distribusi, serta memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. (wartabanjar.com/Adew/*)
Editor Restu







