Agung menekankan pentingnya pemilahan sampah dari sumber, terutama di tingkat rumah tangga dan kota penghasil sampah.
Berdasarkan sampel yang dilakukan, dari satu truk sampah sekitar 2,8 ton, separuhnya sebenarnya masih bisa dipilah dan tidak perlu dibuang ke TPA.
“Artinya bisa dihemat, dan umur landfill juga bisa lebih panjang,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa kebijakan ke depan tidak lagi berfokus pada perluasan TPAS atau pembangunan landfill baru, melainkan pada penerapan teknologi dan inovasi pengelolaan sampah.
“Menambah landfill baru bukan solusi jangka panjang. Itu hanya menunda masalah. Kita perlu teknologi pengolahan sampah, termasuk pemanfaatan plastik menjadi barang bernilai atau bahan bakar alternatif,” ujarnya.
Agung berharap seluruh pemerintah daerah, khususnya Kota Banjarmasin, dapat memperkuat sistem pemilahan dan pengurangan sampah dari sumber agar beban TPAS Regional Banjarbakula tidak semakin berat.
“Jangan semua sampah langsung diangkut ke TPAS. Harus ada pemilahan dulu, agar yang masuk hanya residu,” pungkasnya. (Wartabanjar.com/MC Kalsel/*)
Editor Restu







