Menurutnya, keberadaan galeri ini diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian secara langsung sehingga mendorong terbentuknya ekonomi mandiri di masyarakat.
Di sisi lain, Founder Jikamaka Tabalong, Awiek Hadi Widodo, menjelaskan produk yang dipasarkan di galeri tersebut cukup beragam, mulai dari kopi, keripik, kerupuk, kue kering hingga makanan basah.
“Untuk di lantai dua nantinya juga ada pelaku usaha di bidang jasa seperti barbershop, percetakan, sablon, menjahit, dan masih banyak lagi,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pelaku UMKM yang memasarkan produknya di galeri tersebut tidak dikenakan biaya alias gratis, karena mengusung konsep social planner.
“Artinya bagaimana pelaku UMKM binaan kami berkembang, jadi mereka tidak ada beban biaya sama sekali,” katanya.
Jam operasional galeri dimulai pukul 09.00 hingga 24.00 WITA untuk pelaku usaha di area luar, sedangkan di dalam ruangan hingga pukul 22.00 WITA.
Galeri ini dibuka setiap hari untuk umum. (wartabanjar.com/Suhardi/*)
Editor: Yayu







