Ia bahkan mengingat momen-momen konflik yang pernah terjadi.
“Hampir saja kena bacok waktu itu,” kenangnya sambil memperagakan.
Namun dari pengalaman itu, muncul solidaritas kuat di antara anggota komunitas.
Ada pula cara-cara unik dalam membentuk mental, seperti latihan fisik sederhana hingga kegiatan bersama di Lapangan Murjani.
“Latihan saja, supaya kuat. Tapi dari dinamika itulah yang kemudian membentuk MGR sebagai komunitas yang solid,” ucapnya sambil tertawa. (wartabanjar.com/IKhsan)
Editor: Andi Akbar







